Tuesday, September 23, 2014

Uang Jaminan untuk kuliah di Jerman

Salah satu yang harus dipersiapkan oleh siswa atau orang yang akan kuliah di Jerman adalah uang jaminan. Uang jaminan tersebut sebesar 8090 Euro. Kurs hari ini (8/5/2014) 1 Euro = Rp 16.169,- jadi kalian bisa menghitung sendiri, berapa uang jaminan yang harus dimiliki di bank agar bisa kuliah di Jerman. Cukup tinggi juga ya, waktu saya ke Austria Oktober 2012, kurs Euro masih Rp 12.300,-. Hiks.

Uang jaminan ini diblok (Blocked Funding) dan menjadi syarat untuk mendapatkan visa ke Jerman. Uang jaminan ini dimasukkan ke Deutsche Bank. Sekitar 15 - 20 tahun lalu, uang jaminan ini bisa berupa akun di bank mana saja di Indonesia. Begitu visa keluar, orang tua murid bisa mengambilnya kembali. Beberapa tahun kemudian, peraturannya berubah. Uang jaminan tersebut hanya bisa berupa akun di 3 bank utama di Indonesia, bank Mandiri, bank BCA dan satu bank lagi yang saya lupa namanya. Uang jaminan tersebut bisa diambil setelah si anak tiba di Jerman. Sudah lima tahun ini (kalau tidak salah), akun rekening untuk uang jaminan ini harus akun di Deutsche Bank. Uang jaminan ini diblok, tidak bisa diambil di Indonesia, tetapi dikirim setiap bulannya ke rekening anak atau siswa yang kuliah di Jerman. Tujuannya agar mahasiswa terjamin dan tidak terlunta-lunta ketika kuliah, khususnya di tahun pertama.  



Bagaimana jika tidak punya uang sebanyak itu, tapi hati berkeinginan untuk kuliah di Jerman? Yang pertama tentu saja mencari beasiswa. Sepengetahuan saya, beasiswa ke Jerman untuk S1 atau level Bachelor Degree sangat jarang. Kalau level S2 atau S3 ada tapi biasanya diberikan melalui lembaga-lembaga pemerintah seperti kementerian atau universitas, bukan perorangan. 

Alternatif yang kedua adalah patungan atau saweran. Saya mendapat informasi ini dari orang tua murid beberapa tahun yang lalu. Sejak awal, keluarga besar mereka sudah bertekad bahwa anak-anak mereka akan kuliah di luar negeri. Jadi mereka patungan untuk uang jaminan ini. Jumlah uang saweran ini tergantung dari kemampuan masing-masing. Misalnya keluarga A yang mempunyai kelebihan rezeki patungan 20 juta, keluarga B yang ekonominya terbatas patungannya sekitar 5 juta dan seterusnya. Uang tersebut menjadi uang bergulir, artinya ketika anak keluarga A sudah cukup usia masuk kuliah, maka anak keluarga A menggunakan uang jaminan tersebut. Setahun kemudian, anak keluarga C yang akan masuk kuliah dan butuh uang jaminan tersebut dan seterusnya. Dan mereka sudah mempraktekkan hal tersebut. Saya pikir ini ide yang baik dan patut ditiru. Toh, Indonesia kan dikenal sebagai keluarga yang gotong royong. Tahun lalu, saya memperkenalkan ide ini kepada keluarga besar saya, hampir semuanya setuju, tetapi ternyata belum bisa berjalan. Mudah-mudahan di keluarga besar kalian, hal ini bisa berjalan. 

Alternatif ketiga adalah menjadi AuPair atau kakak angkat pada sebuah keluarga di Jerman. Saya sudah membuat beberapa artikel mengenai AuPair di blog saya ini, jadi silahkan dilihat-lihat artikel tersebut. Intinya AuPair adalah kakak angkat yang menjaga adik-adiknya, jadi bukan pembantu atau baby sitter seperti di Indonesia, ya. Dan ada aturan hukum serta kontrak yang mengikat kedua belah pihak. Bekerja sebagai AuPair ini bisa menjadi batu loncatan untuk kuliah di Jerman. Ada tulisan mengenai AuPair yang cukup menarik, silahkan klik di sini. Ada seorang teman kuliah seangkatan saya yang menjadi AuPair di Jerman tahun 90-an. Karena dia sudah bisa bahasa Jerman, maka di waktu senggang, dia kuliah di Universitas Muenchen. Sekarang makin banyak mahasiswa UNJ (Jakarta) dan UNY (Jogja) yang ke Jerman sebagai AuPair. Karena mereka tahu, ke Jerman dengan modal murah adalah dengan menjadi AuPair. Bonusnya bisa jalan-jalan keliling Jerman (di saat off), kursus bahasa Jerman (dibiayai orang tua angkat), bisa praktek bahasa Jerman (tentu saja :D) dan lain-lainnya.  



Untuk mengetahui lebih jauh mengenai program AuPair di lembaga kami atau bertanya-tanya tentang kuliah di Jerman dan hal-hal terkait tentang Jerman, silahkan menghubungi 
Pak Yanuar 0815 8489 0000, 0812 8489 0000
Ibu Pipit 0812 8115 0858 (bisa WA), 0858 1122 7868, Pin BB 27ec901c. 
Email: ladoeducare@gmail.com, fit_3a@yahoo.com

Tanya-tanya saja dulu agar mendapat informasi yang jelas dan benar.  

Mari mengintip kampus-kampus di Jerman

Menjelang akhir tahun pelajaran, banyak siswa SMA dan SMK mulai berburu universitas impiannya. Banyak yang bahkan sudah jauh-jauh hari meneliti universitas dan kalau perlu mengunjungi kampus tersebut. Tetapi, bagaimana jika ingin kuliahnya di Jerman? Selain meneliti via internet, bisa juga dengan berkunjung langsung ke sana. 

Jerman mempunyai tradisi akademis yang cukup kuat. Universitas Heidelberg adalah salah satu universitas tertua di dunia, berdiri sejak tahun 1386. Banyak universitas di Jerman telah melahirkan sejumlah ilmuwan peraih Nobel. Demikian juga dengan Universitas Wina atau Vienna University di Austria yang berdiri sejak tahun 1365.   

Saya di depan Universitas Wina, salah satu universitas tertua di Austria. Masih jam 4 sore, tetapi karena musim gugur, sorepun sudah gelap. 

Sejumlah orang tua murid yang meminta hal ini. Mereka ingin meneliti dan melihat-lihat dulu keadaan di Jerman sebelum mengirimkan anaknya untuk kuliah di Jerman. Hal ini yang membuat kami dari Lado Educare mengadakan semacam tur untuk berkunjung ke kampus-kampus di Jerman. 

Selama ini banyak orang atau keluarga di Indonesia tur keliling Eropa saja, jadi kenapa tidak bagi para orang tua ini untuk ke Eropa khususnya Jerman sekaligus melihat tempat perkuliahan anaknya nanti. 

Paket tur yang akan diberikan nanti akan disesuaikan dengan keinginan orang tua dan anak yang akan menjadi calon mahasiswa. Karena itu, ada baiknya, jika orang tua dan anak sudah mempunyai bayangan kota dan universitas yang akan dikunjungi. Tentu saja, kami akan memberikan masukan mengenai kota dan universitas yang diminati. 

Jika berminat untuk  kuliah ataupun keperluan yang lain terkait dengan Jerman, silahkan membuat janji bertemu dengan pak Uday di nomor telepon 021-2511535, fax. 021-2511536. Atau dengan pak Yanuar HP: 0812 8489 0000, 0815 8489 0000.
Email: yanuarbudiarso@yahoo.com, cc ke fit_3a@yahoo.com

Lado Educare

Lado Educare adalah lembaga yang mengkhususkan untuk membantu pengurusan keperluan studi di negara Jerman. Berdiri sejak tahun 1996 dan telah mengirim banyak calon mahasiswa Indonesia ke Jerman, bahkan sebagian telah pulang kembali dan bekerja di Indonesia. 

Lobby Lado Educare

Lado Educare tadinya berlokasi di gedung Graha Mandiri, Jl. Imam Bonjol Kav.61, Jakarta Pusat. Sekarang pindah ke Gedung Arthaloka, Jl Jend Sudirman Kav. 2, Jakarta Pusat atau lebih dikenal dengan Bank Muamalat, karena bank ini berkantor di lantai dasarnya. Cukup mudah dijangkau karena dilintasi banyak bis, dan di depan gedung terdapat halte busway. 

Layanan yang disediakan Lado Educare cukup lengkap. Dari pemberian informasi formal studies seperti ingin tahu apa sih yang dimaksud Studienkolleg? Apa bedanya Fachhochschule dan Universität? Berapa biaya kuliah dan biaya hidup di Jerman? Konsultasi gratis, kok, tenang saja. Penting lho untuk punya informasi yang komprehensif sebelum memutuskan kuliah di Jerman.

Layanan lainnya adalah :
1. German Course di Jerman. Belajar bahasa Jerman yang terbaik adalah di Jerman itu sendiri. 24 jam siswa mendengar bahasa Jerman dan harus berbicara bahasa Jerman, sehingga lebih cepat menangkapnya. Lado Educare menyediakan kursus bahasa Jerman, tetapi lebih kepada persiapan dan sambil menunggu keluarnya visa. 

2. Study Tour
Banyak siswa dan orang tua siswa ingin melihat dulu sekolah atau kampus di Jerman anaknya, sehingga banyak yang meminta tur ini. Jadi turnya adalah berkunjung dari satu kampus ke kampus lain di Jerman untuk melihat gedung perkuliahan dan fasilitasnya. 

3. Training di Jerman, biasanya karyawan perusahaan Indonesia yang menggunakan mesin produksi Jerman.

4. Pengurusan visa turis, mengunjungi pameran, seminar, atau jenis-jenis short visit lainnya.

5. Visa menikah dengan orang Jerman. Orang Jermannya tidak disediakan ya, he he he. 

6. Visa Long Stay

7. Translation dan Legalisasi dokumen-dokumen. Penerjemahnya adalah penerjemah resmi dan terdaftar di Kedutaan Jerman. 

8. Opening Bank Account. Pembukaan akun Deutsche Bank yang ditujukan untuk mereka yang akan kuliah di Jerman 

9. Travel Insurance

10. Pembelian tiket airline dan kereta api di Jerman

11. Penjemputan di Jerman, baik di bandara maupun di stasiun kereta api. Bandara dan stasiun KA di Jerman cukup besar, jadi buat yang belum pernah ke sana cukup bikin keder atau bingung.

12. Persiapan penguasaan bahasa Jerman
Persiapan belajar bahasa Jerman lebih ditujukan adalah sambil menunggu keluarnya visa. Peraturan terbaru adalah siswa yang akan ke Jerman harus memiliki A-1, meskipun akan kursus bahasa Jerman lagi di Jerman. Ada sejumlah kasus bahkan meminta sertifikat B-1. 

13. Program Au Pair, semacam kakak angkat untuk anak di keluarga Jerman. Lumayan buat batu loncatan untuk kuliah di Jerman.



Jika berminat untuk  kuliah ataupun keperluan yang lain terkait dengan Jerman, silahkan membuat janji dengan pak Uday di nomor telepon 021-2511535, fax. 021-2511536. Atau dengan pak Yanuar HP: 0812 8489 0000, 0815 8489 0000.
Email: yanuarbudiarso@yahoo.com.

Kami akan memberikan artikel-artikel menarik mengenai Jerman dan studi di Jerman.