Sunday, November 23, 2014

Dokumen untuk kuliah di Jerman

Sama seperti mendaftar kuliah di Indonesia, kuliah di Jerman membutuhkan sejumlah dokumen akademis seperti ijazah yang harus dilegalisir. Ditambah lagi, ijasah tersebut harus diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman, lalu dilegalisir oleh lembaga yang bersangkutan, misalnya Departemen Pendidikan. 

Dokumen apa yang harus dipersiapkan untuk mendaftar kuliah di Jerman? Secara umum, adalah seperti di bawah ini, meski tidak menutup kemungkinan ada sejumlah persyaratan lain yang diminta oleh Studienkolleg tertentu.

1. Fotokopi STTB SMU dengan legalisir asli dari sekolah. STTB = Surat Tanda Tamat Belaja.
2. Terjemahan STTB dalam bahasa Jerman dan dilegalisir di Kedutaan Besar Jerman. 
3. Fotokopi rapor kelas tiga dengan legalisir dari sekolah, rapor masih dalam bahasa Indonesia
4. Terjemahan rapor kelas tiga ke dalam bahasa Jerman dan dilegalisir di Kedutaan Jerman
5. Fotokopi SKHUN dengan legalisir asli dari sekolah. Masih dalam bahasa Indonesia. SKHUN = Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional
6. Terjemahan SKHUN dalam bahasa Jerman dan dilegalisir di Kedutaan Jerman.
7. Fotokopi Sertifikat bahasa Jerman dari Goethe Institut, bisa B1 atau B2 tergantung permintaan dari Studienkolleg dan dilegalisir di Goethe Institut.

Sejumlah dokumen lain yang diminta biasanya adalah akte lahir dan beberapa dokumen lainnya. 

Eine Bibliothek in Stadtschlaining, ein kleines Dorf in Burgenland, Osterreich
A library in Stadtschlaining, a small village in Burgenland, Austria

Kami di Lado Educare memberikan konsultasi dan pengurusan dokumen untuk kuliah di Jerman seperti yang disebutkan di atas, termasuk menterjemahkan di penerjemah bersumpah dan diakui oleh kedutaan Jerman juga legalisir ijasah dan sertifikat. 

Jika ingin mendapatkan informasi lebih lengkap tentang kuliah di Jerman, silahkan hubungi 
Pak Yanuar 0815 8489 0000, 0812 8489 0000
Ibu Pipit 0812 8115 0858 (bisa WA), 0858 1122 7868, Pin BB 52fe3512. 
Email: ladoeducare@gmail.com, fit_3a@yahoo.com

Saturday, November 22, 2014

Kelas-kelas di Sudienkolleg

"Iya, saya sudah tau kalau mau kuliah di Jerman harus masuk Studienkolleg, tapi apakah kelas yang akan saya masuki sama dengan teman saya. Karena kami memilih jurusan yang berbeda?" 

Pertanyaan seperti ini sering muncul dalam setiap konsultasi siswa kepada kami. Jawabannya adalah Studienkolleg menyediakan beberapa kelas tergantung dari jurusan yang akan diambil oleh calon mahasiswa. 

Eine Strasse in Wien
A street in Vienna, Austria
Studienkolleg pada umumnya terbagi atas 5 kelas:
1. Kelas T (T-Kurs)
Kelas ini ditujukan untuk mereka yang akan mengambil jurusan teknik, matematika dan IPA kecuali biologi. Mata pelajaran dalam kelas ini adalah matematika, fisika, kimia dan bahasa Jerman. 
Setelah dua semester, peserta akan menempuh ujian tertulis matematika, fisika atau kimia dan bahasa Jerman. 
T singkatan dari Technik.

2. Kelas M (M-Kurs)
Kelas ini ditujukan bagi mereka yang akan mengambil bidang kedokteran dan biologi. Mata pelajaran dalam kelas ini adalah biologi, matematika, fisika, kimia dan bahasa Jerman. Setelah dua semster, peserta akan menempuh ujian tertulis biologi, dan atau kimia, fisika atau matematika, bahasa Jerman.
M singkatan dari Medizin atau kedokteran. 

3. Kelas W (W-Kurs)
Kelas ini ditujukan bagi mereka yang akan mengambil bidang ekonomi dan ilmu sosial. Mata pelajaran dalam kelas ini adalah matematika dan ilmu komputer, ekonomi atau bahasa Inggris, ilmu sosial dan bahasa Jerman. 
Setelah dua semester, peserta akan menempuh ujian tertulis matematika, ekonomi, bahasa Jerman. 
W singkatan dari Wirtschaftskunde atau Ilmu Ekonomi. 

4. Kelas G (G-Kurs)
Kelas ini ditujukan bagi mereka yang akan mengambil bidang humaniora, seni, sastra dan bahasa Jerman. Mata pelajaran dalam kelas ini adalah sejarah, ilmu sosial, sastra Jerman, bahasa Inggris, dan bahasa Jerman. 
Setelah dua semester, peserta akan menempuh ujian tertulis bahasa Jerman, sastra Jerman, ilmu sosial/geografi.
G singkatan dari Germanistik atau Ilmu terkait bahasa dan negara Jerman.

5. Kelas S (S-Kurs)
Kelas ini ditujukan bagi mereka yang akan mengambil bidang ilmu bahasa, kecuali bahasa Jerman. Mata pelajaran dalam kelas ini adalah sejarah, bahasa Jerman, bahasa asing kedua, bahasa asing ketiga atau ilmu sosial atau sastra Jerman. 
Setelah dua semester peserta akan menempuh ujian tertulis bahasa Jerman, bahasa asing kedua, sejarah atau ilmu sosial atau sastra Jerman.     
S singkatan dari Sprache atau bahasa

Setiap Studienkolleg belum tentu memiliki semua kelas-kelas yang disebutkan di atas. Karena itu perlu mengecek masing-masing SK untuk mengetahui apakah SK tersebut memiliki kelas sesuai dengan jurusan yang kita inginkan.  

Jika ingin mendapatkan informasi lebih lengkap tentang kuliah di Jerman, silahkan hubungi 
Pak Yanuar 0815 8489 0000, 0812 8489 0000
Ibu Pipit 0812 8115 0858 (bisa WA), 0858 1122 7868, Pin BB 27ec901c. 
Email: ladoeducare@gmail.com, fit_3a@yahoo.com



Kenapa perlu belajar di Studienkolleg sebelum kuliah di perguruan tinggi?

Lamanya sekolah di Indonesia dan Jerman berbeda. Di Indonesia lamanya sekolah 12 tahun (6 tahun SD, 3 tahun SMP dan 3 tahun SMA), sedangkan di Jerman 13 tahun. Karena itulah, lulusan SLTA di Indonesia harus mengikuti satu tahun pendidikan yang disebut dengan Studienkolleg atau sering disingkat sebagai SK. 


Wiener gewerbliche Fortbildungsschule
Industrial Vocational School of Vienna, Austria
Studienkolleg adalah kelas persiapan untuk mengikuti Feststellungsprufung atau ujian masuk ke perguruan tinggi bagi calon mahasiswa dari negara non Jerman. Di Indonesia, Feststellungsprufung sama seperti SPMBPTN (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri) atau SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Bedanya, lulusan SLTA Indonesia bisa langsung mengikuti ujian masuk perguruan tinggi tersebut, karena orang Indonesia dan akan kuliah di perguruan tinggi di Indonesia. Tetapi karena ingin kuliah di perguruan tinggi  Jerman, maka calon mahasiswa harus masuk SK dulu sebelum bisa mengikuti ujian masuk ke perguruan tinggi di Jerman. 

Untuk dapat masuk Studienkolleg, calon mahasiswa dari Indonesia harus mengikuti Aufnahmeprufung atau ujian masuk ke Studienkolleg. Arti harfiah Aufnahmeprufung adalah "ujian penerimaan", dan Feststellungsprufung adalah "ujian penempatan". 

Prufung = ujian, 
Aufnahme = penerimaan, 
Feststellung = Penempatan. 

Yang diuji dalam Aufnahmeprufung adalah kemampuan bahasa Jerman, di beberapa SK, ujian tersebut ditambah dengan ujian matematika. Kemampuan bahasa Jerman diuji untuk memastikan bahwa calon mahasiswa akan dapat mengikuti pelajaran di SK. Berdasarkan pengalaman, mereka yang memiliki kemampuan bahasa Jerman satu level memiliki pelung lulus lebih besar daripada mereka yang kemampuan bahasa Jerman sesuai dengan persyaratan. Misalnya, untuk kelas tehnik, kemampuan bahasa yang diminta adalah level B1. Jika calon mahasiswa memiliki kemampuan bahasa level B2 atau lebih, maka kemungkinan lebih lulus akan lebih tinggi daripada calon mahasiswa yang hanya memiliki level B1 saja.  

Pelajaran atau kelas di SK dititikberatkan pada disiplin ilmu yang akan dimabil di perguruan tinggi, ditambah bahasa Jerma. SK biasanya berlangsung selama dua semester atau satu tahun. Tetapi, bagi calon mahasiswa yang memiliki nilai sangat baik pada semester pertama, diperbolehkan untuk mengikuti Feststellungsprufung tanpa perlu menyelesaikan semester kedua. Oh ya, penerimaan mahasiswa baru di Jerman berlangsung setiap semester, tidak seperti di Indonesia yang setiap tahun. 

Asyik, kan... Karena itu, belajar yang rajin sewaktu di Indonesia dan terutama di Jerman, ya....

Jika ingin mendapatkan informasi lebih lengkap tentang kuliah di Jerman, silahkan hubungi 
Pak Yanuar 0815 8489 0000, 0812 8489 0000
Ibu Pipit 0812 8115 0858 (bisa WA), 0858 1122 7868, Pin BB 27ec901c. 
Email: ladoeducare@gmail.com, fit_3a@yahoo.com